"Blog Pribadi, curhatan, keluhan, motivasi, semangat, yang ga suka ga usah baca, yang suka cukup tau aja, yang gatau yaa biarlah, blog kacau tapi yang jelas buatan pribadi ^^"
Minggu, 18 September 2011
Cokelat menyuntik manfaat bagi kesehatan dan ampuh mengatasi stres.
Meskipun ahli menyarankan mengonsumsi cokelat dalam jumlah moderat, karena tingginya kalori dalam cokelat, namun tak dapat disangkal, cokelat juga menyuntikkan manfaat bagi kesehatan. Berbagai penelitian mengungkap cokelat hitam memiliki antioksidan yang mencegah berbagai penyakit. Berikut lima manfaat cokelat, seperti dikutip dari Shine.
1. Cokelat membantu memecahkan matematika
Flavonol, senyawa dalam cokelat adalah antioksidan yang diperkirakan meningkatkan sirkulasi, termasuk aliran darah ke otak. Sebuah studi 2009, peserta yang minum cokelat dengan flavonol menghitung mundur tiga angka dari 800-900 lebih cepat ketimbang mereka yang tak mengasup cokelat.
2. Cokelat mengenyangkan
Para ibu selalu memperingatkan agar jangan makan cokelat sebelum makan malam. Dan, mereka benar. Peneliti Denmark menemukan, orang yang makan cokelat hitam sebelum makan mengasup kalori 15 persen lebih sedikit dan tidak tergoda makanan berlemak ketimbang mereka yang tidak makan cokelat.
3. Cokelat meningkatkan suasana hati
Cokelat mengandung phenethylamine, yang memicu pelepasan endorfin. Reaksi ini mirip dengan pengalaman jatuh cinta. Dokter di Inggris pasangan yang mengonsumsi cokelat mengalami kesenangan dua kali lipat saat berciuman ketimbang mereka yang tidak mengonsumsi cokelat. Alasannya, cokelat mengandung gula dan kafein tinggi yang menghasilkan kalori tahan lama.
4. Cokelat membantu agar relaks
Selalu ngidam cokelat saat merasa stres? Ada alasan biologis untuk kebiasaan satu ini. Penelitian menunjukkan cokelat mengandung senyawa anandamide, yang mengaktifkan reseptor otak yang sama seperti efek ganja. Tidak heran, menggigit sebatang cokelat mampu meningkatkan kebahagiaan.
5. Cokelat membuat awet muda
Sebuah studi di British Medical Journal menemukan, konsumsi cokelat dan permen memanjangkan umur hampir satu tahun daripada mereka yang menjauhkan diri dari hal-hal manis. Peserta yang makan permen 1-3 kali dalam sebulan memiliki tingkat kematian terendah.
Hal ini kemungkinan disebabkan adanya antioksidan dalam cokelat. Sebuah studi pada 2009 menemukan, pasien serangan jantung yang makan cokelat berisiko meninggal lebih kecil ketimbang mereka yang tidak mengasup cokelat. GanBaTTE girLz
Minggu, 21 Agustus 2011
yoo whats d meaning of DIET??? u should know!!!
U MUST KNOW!!!
Berbeda dalam penyebutan di beberapa negara, dalam bahasa Indonesia, kata diet lebih sering ditujukan untuk menyebut suatu upaya menurunkan berat badan atau mengatur asupan nutrisi tertentu. Artikel ini akan membahas mengenai diet dalam pengertian yang kedua.
Dalam pekembangannya, diet dalam konteks upaya mengatur asupan nutrisi dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
- Menurunkan Berat (Massa) Badan misalnya bagi model atau aktris yang ingin menjaga penampilannya.
- Meningkatkan Berat (Massa) Badan misalnya bagi olahragawan atau atlet binaraga yang ingin meningkatkan massa otot.
- Pantang Terhadap Makanan Tertentu misalnya bagi penderita diabetes (rendah karbohidrat dan gula).
Asupan nutrisi seseorang sangat berpengaruh terhadap masssa tubuhnya.
Asupan nutrisi
Berat badan dapat diturunkan dengan mudah dengan cara membatasi asupan nutrisi. Faktor pengali untuk energi yang umum diterima oleh banyak orang adalah sebagai berikut: 1 gram karbohidrat menghasilkan 4 kkal, 1 gram protein 4 kkal, dan 1 gram lemak 9 kkal. Dengan menjumlahkan nilai BMR dengan kebutuhan kalori peraktivitas, seseorang dapat dengan mudah memprediksi hasil dietnya.
Jika kalori masuk > kalori keluar, maka sisa kalori akan disimpan dalam tubuh.
Jika kalori masuk < kalori keluar, maka simpanan kalori (lemak) akan digunakan untuk menutupi defisit energi.
Kalori masuk adalah kalori yang diperoleh dari makanan sedangkan kalori keluar adalah kebutuhan kalori untuk BMR ditambah dengan kalori peraktivitas.
Misalnya seseorang dengan berat badan 70 kg, memiliki besar energi yang diperlukan untuk Kisaran Metabolisme Basal sebesar 1.450 kkal. Dalam satu hari, ia melakukan aktvitas berikut:
- Berjalan (normal) dengan kecepatan 3 km/jam dengan waktu total 3,5 jam (840 kkal).
- Ia juga berenang (normal) dengan kecepatan 23 m/menit (bolak-balik kolam renang dengan kecepatan normal) total waktu 1 jam (275 kkal).
Hari itu, ia mengonsumsi makanan-makanan berikut (Jumlah kalori yang dicantumkan di dalam menu adalah perkiraan secara umum. Kondisi sebenarnya sangat tergantung pada jumlah makanan dan cara pengolahannya, misalnya, sandwich akan memiliki kalori yang lebih rendah bila rotinya diganti dengan roti gandum, atau susu full cream diganti dengan susu skim):
Sarapan Pagi, 07.00 (Total 650 kkal)
- Sandwich isi daging, mayonaise, keju (500 kkal)
- Susu Full Cream (150 kkal)
Makan Siang, 12.00 (Total 550 kkal)
- Nasi (200 kkal)
- Soto Betawi (200 kkal)
- Jus Jeruk tanpa Gula (50 kkal)
Makan Malam, 19.00 (Total 1530 kkal)
- Pizza (680 kkal)
- French fries (800 kkal)
- Apel (50 kkal)
Dari daftar menu di atas, di peroleh total energi yang dikonsumsi sebesar 2730 kkal. Dari Laju Metabolisme Basal dan banyaknya aktivitas yang dilakukan, diperoleh kebutuhan energi orang tersebut sebesar 2565 kkal. Walaupun ia telah berolahraga (berenang) pengeluaran energinya tidak sebanding dengan asupan energinya. Akibatnya:
Kalori masuk > Kalori keluar
Energi yang tersisa (165 kkal, dari 2730 kkal - 2565 kkal) akan disimpan dalam tubuh dan salah satu bentuk penumpukan energi tersebut adalah lemak.
Makanan diet
World Health Organization (WHO) menganjurkan setiap individu untuk memiliki energi dan berat badan yang sehat dan seimbang [9]. Cara menurunkan berat badan yang dianjurkan adalah dengan memperbanyak aktivitas (berolah raga), mengurangi asupan kalori (mengurangi porsi makan tetapi tetap menjaga nilai gizi). Beberapa gejala yang mungkin menyertai cara diet yang keliru antara lain pingsan, pusing, lemas, dan malnutrisi.
Pada contoh sebelumnya, orang yang kelebihan 165 kkal tadi dapat mengurangi asupan kalorinya dengan memperbanyak aktivitasnya (misalnya berlari selama 1 jam) atau mengganti makan pagi atau makan malamnya dengan makanan lain yang lebih rendah kalorinya (mengganti menu sarapanya dengan hanya mengonsumsi makanan dengan 200 kalori pada saat sarapan atau makan malamnya dapat mempertahankan atau bahkan menurunkan berat badannya).
Saat ini, cukup banyak produk makanan diet yang dijual bebas di pasar Indonesia dengan kalori dan gizi terkontrol. Jenis makanan yang direkomendasikan untuk menemani diet yaitu air minum, gandum, kacang merah, kacang almond, apel, bayam, blueberri, brokoli, salmon, ubi, susu dan kedelai [10].Pengaturan asupan kalori dapat dilakukan dengan mengikuti program-program tersebut. Pengaturan asupan kalori secara mandiri juga dapat dilakukan dengan melihat informasi gizi yang dicantumkan pada kemasan, sesuai dengan ketentuan BPOM.
Ini adalah salah satu contoh program pengaturan kalori produk bermerek Weight Reduction Program (WRP) Nutritious Drink produksi Nutrifood Indonesia.
Sarapan Pagi, 07.00 (Total 200 kkal)
- 1 saji WRP Nutritious Drink (susu WRP)
Cemilan, 10.00 (Total 100 kkal)
- 1 saji WRP Cookies (biskuit)
Makan Siang, 12.00 (Total 700 kkal)
- Nasi (200 kkal)
- Soto Betawi (200 kkal)
- Jus Alpukat (300 kkal)
Menu pada makan siang dapat diganti asalkan total kalori tetap 700 kkal
Cemilan, 16.00 (Total 100 kkal)
- 1 saji WRP Cookies (biskuit)
Makan Malam, 19.00 (Total 200 kkal)
- 1 saji WRP Nutritious Drink (susu WRP)
Dengan demikian total kalori yang masuk dalam satu hari sebesar 1300 kkal. Jika total pengeluaran energi seseorang dalam satu hari adalah 1500 kkal. Maka ia akan defisit 200 kkal. Tubuh akan merespon kondisi kekurangan energi tersebut dengan menggunakan simpanan energi yang umumnya berupa lemak. Hal ini akan berakibat pada turunnya massa tubuh.
Berikut adalah contoh makanan dan perkiraan kalorinya [11]
| Makanan atau Minuman | Jumlah (g) | Perkiraan Kalori (kkal) |
| Jus Apel | 248 (1 gelas) | 117 |
| Pisang | 118 (1 buah) | 105 |
| Kue Coklat | 64 (1 potong) | 235 |
| Coca Cola | 330 | 140 |
| Daging Ayam | 86 (1/2 dada) | 142 |
| Kopi Instan | 179 | 4 |
| Telur Goreng | 46 (1 butir) | 92 |
| Es Krim McDonald | 66 (1/2 gelas) | 133 |
| Susu WRP | 25 (1 gelas) | 200 |
| Jeruk | 131 (1 buah) | 62 |
| Kentang | 156 (1 buah) | 145 |
| Nasi | 175 (1 mangkuk) | 200 |
Selasa, 15 Maret 2011
PEMANFAATAN KONSULTASI GIZI UNTUK PENINGKATAN PENYELENGGARAAN MAKANAN ANAK BALITA
(Penelitian Terbatas Pada Ibu-ibu Balita di Kelurahan Pasteur Kecamatan Sukajadi Bandung)
Penelitian ini di latar belakangi bahwa konsultasi gizi sebagai sarana peningkatan pengetahuan tentang penyelenggaraan makanan anak balita berstatus gizi kurang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengembalikan status gizi anak balita menjadi normal.
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk memperoleh gambaran data tentang pemanfaatan konsultasi gizi untuk peningkatan penyelenggaraan makanan anak balita, kemudian disusun dan dijelaskan serta dianalisis
Tujuan khusus mengadakan penelitian ini adalah memperoleh gambaran secara spesifik tentang:
1. Pemanfaatan konsultasi gizi oleh ibu untuk peningkatan penyelenggaraan makanan anak balita yang mengalami status gizi kurang berkaitan dengan perencanaan yang meliputi penyusunan menu sehat seimbang, pengetahuan pemilihan bahan makanan yang sehat dan pola makan sehat untuk anak balita.
2. Pemanfaatan konsultasi gizi oleh ibu untuk peningkatan penyelenggaraan makanan anak balita yang mengalami status gizi kurang berkaitan dengan pengolahan yang meliputi cara mengolah bahan makanan dan teknik memasak untuk makanan anak balita.
3. Pemanfaatan konsultasi gizi oleh ibu untuk peningkatan penyelenggaraan makanan anak balita yang mengalami status gizi kurang berkaitan dengan pemberian makanan yang meliputi cara pemberian makanan pada anak balita.
Populasi penelitian berjumlah 1066 ibu anak balita berstatus gizi kurang. Sampel yang digunakan adalah purposive sampling (sampel bertujuan) sehingga diperoleh sampel berjumlah 44 anak balita berstatus gizi kurang.
Hasil penelitian menunjukkan Pemanfaatan Konsultasi Gizi Untuk Peningkatan Penyelenggaraan Makanan Anak Balita berkaitan dengan perencanaan yang meliputi penyusunan menu sehat seimbang, pengetahuan pemilihan bahan makanan yang sehat dan pola makan sehat untuk anak balita berada pada kriteria cukup dengan rata-rata persentase sebesar 50% ditandai dengan cukup terampilnya ibu dalam melakukan pemilihan dalam penyusunan menu sehat seimbang, makanan pokok ,sumber protein hewani, sumber protein nabati, sayur mayur, buah-buahan, susu, pemilihan daging sapi yang berkualitas baik, pemilihan telur yang berkualitas baik, pemilihan sayuran yang berkualitas baik, persiapan bahan-bahan, pemilihan pola makan sehat untuk anak balita usia 0-1 tahun, pemilihan pola makan sehat untuk anak balita usia 1-2 tahun, dan pemilihan pola makan sehat untuk anak balita usia 3-5 tahun
Pemanfaatan Konsultasi Gizi Untuk Peningkatan Penyelenggaraan Makanan Anak Balita berkaitan dengan pengolahan yang meliputi cara mengolah bahan makanan dan teknik memasak untuk makanan anak balita berada pada kriteria rendah dengan rata-rata persentase sebesar 46% hal tersebut ditandai dengan lebih dari setengahnya ibu cukup terampil dalam menggoreng daging ayam, dan mengukus tahu. Kurang dari setengahnya ibu cukup terampil dalam mengolah beras menjadi nasi, bubur lontong, nasi goreng dan nasi kuning; mengolah telur menjadi telur rebus, telur semur, telur dadar, telur mata sapi, telur orak arik; serta memasak sayuran menjadi cah sayuran, sop sayuram, sayur bening bayam, sayur kacang merah, dan aneka soto.
Pemanfaatan Konsultasi Gizi Untuk Peningkatan Penyelenggaraan Makanan Anak Balita berkaitan dengan pemberian makanan yang meliputi cara pemberian makanan pada anak balita berada pada kriteria cukup dengan rata-rata persentase sebesar 58% hal tersebut ditandai dengan lebih dari setengahnya ibu mengetahui tentang persiapan sebelum memberikan makan anak balita, cara pemberian makan anak balita, cara pemberian makan anak balita yang sedang mengalami sulit makan dan sikap menghargai anak balita pada saat memberikan makan.
Pemanfaatan Konsultasi Gizi Untuk Peningkatan Penyelenggaraan Makanan Anak Balita berada pada kriteria cukup dengan rata-rata persentase 51%. Mengandung implikasi bahwa ibu harus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam penyelenggaraan makanan anak balita yang mengalami status gizi kurang berkaitan dengan perencanaan, pengolahan dan cara pemberian makanan dalam penyelenggaraan makanan anak balita berstatus gizi kurang, sehingga penulis merekomdasikan kepada :
1. Ibu balita untuk lebih aktif dalam mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Posyandu serta memperbanyak membaca buku-buku yang berkaitan dengan penyelenggaraan makanan anak balita.
2. Kader Posyandu Agar lebih meningkatkan perhatian pada warga yang memiliki anak balita berstatus gizi kurang, dengan membantu mengarahkan ibu agar selalu melakukan konsultasi gizi dengan ahli gizi dari Puskesmas wilayah yang bertugas di Posyandu.
GanBaTTE girLz